Rabu, 06 Maret 2013

Pengajaran Alkitab Memasuki MINGGU PRA PASKAH VI - Yesaya 53 : 7 - ANAK DOMBA YANG DIBANTAI


PERSEMBAHAN

ANAK DOMBA

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

YESAYA 53 : 7

Medan – Sumatera Utara
Hari Selasa, 05 Maret 2013

ditulis oleh
Arie A. R. IHALAUW

A. PENDAHULUAN

Umumnya persembahan korban berupa hewan, hasil panen, makanan yang diberikan kepada para dewa mempunyai tujuan pendamaian. Kebiasaan ini dapat ditemukan pada praktik budaya-agama-suku di seluruh suku-bangsa. Malahan ada pula penganut budaya-agama-suku yang mempersembahkan korban darah (Lat. oblatio) hewan sebagai korban. Orang Kristen menggunakan istilah lain, yakni : darah korban atau pengorbanan darah (Yun. thusia; Jrm. blotan; Arb. qurban / qorban) untuk membedakannya dari gagasan budaya-agama-suku. Istilah ini dipakai secara metaporis untuk melukiskan perbuatan baik tanpa pamrih bagi sesama.

Korban hewan merupakan ritual persembahan yang tersebar merata dalam semua budaya-agama-suku, dari Israel Kuno => Yunani Kuno => Romawi Kuno. Ia diadakan untuk menghormati dan menyenangkan ilah-ilah. Ia juga memiliki fungsi sosial ekonomi dalam kebudayaan, di mana daging hewan itu dibagikan kepada para peserta yang mengikuti upacara korban. Walaupun sudah diprotes oleh kelompok pencinta hewan, namun beberapa aliran keagamaan masih tetap mempertahankan tradisi pengorbanan hewan tersebut (WIKIPEDIA => Animal Sacrifice => http://en.wikipedia.org/wiki/Sacrifice).

B. TRADISI KORBAN ANAK DOMBA DI ISRAEL KUNO

1.  Perintah Allah

Ritual persembahan korban diatur dan diselenggarakan berdasarkan perintah Allah : “Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan (Ibr. קָרְבָּ֖ן bc. qarban) kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba” (Im. 1 : 2)

2.  Ritual Keagamaan.

Pengorbanan hewan (anak-domba) adalah salah satu kebiasaan ritual keagamaan terkait model masyarakat semi-nomaden (pengembara). Sebelum Israel menduduki tanah suku-suku Kanaan --- malahan pada masa hidup Abraham --- ritual pesembahan sudah dilakukan (seekor domba jantan berumur tiga tahun’ Kej. 15:9; ‘Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan.., mengambilnya dan mengorbankannya sebagai pengganti anaknyaKej. 22:13; anak domba berumur setahunKel. 29:38; seekor domba sebagai persembahannya menjadi korban penghapus dosa, haruslah ... tidak bercela’ Im. 4:32, dll).

3.  Sifat  Korban

Domba jantan yang tidak bercacat cela (Im. 1:10; 3:6)

4.  Jenis Penyelenggaraan Korban

a.    Korban Bakaran (Im. 1:3; 3;5),
b.    Korban Keselamatan (Im. 3:1, 6, 9; 7:11-21),
c.     Korban Penghapus Dosa (Im. 4:1 – 5:13; 6:24-30),
d.    Korban Penebus Salah (Im. 5;14 – 6:7; 7:1-10),
e.    Korban pada waktu pentahbisan imam (Im. psl. 8),
f.      Korban pada waktu Hari Raya Pendamaian (Im. 16 : 1 – 34),
g.    dan lain - lain.

5.    Hari Raya (Ibr.

a.    Hari Sabbath YHWH (dilaksanakan secara rutin dalam tiap minggu)
b.   Hari Raya Pesach (Paskah => 14 Nissan => untuk merayakan pembebasan Israel da-ri Mesir)
c.    Hari Raya Shuvos (Hari Raya Panen, bhs Kristen : Pentakosta),
d.  Hari Raya Shukot (mengingat rayakan pengembaraan di padang gurun menuju ta-nah perjanjian, termasuk pemberian hukum Torah),
e.    Hari Raya Rosh Hasannah (Perayaan Tahun Baru menurut Kalender Internasional, jatuh antara Bulan september Oktober),
f.      Hari RayaYom Kippur (Hari Raya Penebusan Dosa => pada saat ini tiap orang Israel mengadakan puasa dan doa syukur atas pengampunan dosa).
g.    Hari Raya Purim (Perayaan ini dibuat untuk mengingat kemenangan Ratu Esther --- Hadasa, Ratu Ahaswerosy, keponakan Moderkhai --- atas Haman => Est. 9:22),
h.    Hari Raya Hanukkah (25 Kislev). Perayaan ini tidak tertulis dalam Alkitab. Ia berkembang setelah masa Anthiocus IV Epiphanes,
i.      Dan lain-lain (seperti : Hari Raya Tisha B’av dan Yom Ha-shoah).

C.  MAKNA SIMBOL ANAK DOMBA

C.1.   Daging Anak Domba

          Sebagai makanan untuk menguatkan tubuh jasmaniah.

C.2.   Darah Anak Domba

a)   Nyawa / Jiwa yang dikorbankan untuk pengampunan dosa
b)  Penyucian / pengudusan.
c)   Keselamatan (symbol Darah Kristus)

D. TRANSFORMASI

Para penulis APB (Alkitab Perjanjian Baru) menggunakan simbol Anak domba untuk menunjuk kepada Kristus yang tersalib.

SELAMAT MENYIMAK !

Medan – Sumatera Utara
Hari Kamis, 07 Maret 2013

Salam Hormat
PENULIS





Tidak ada komentar:

Posting Komentar