Jumat, 20 Juli 2012

Mari Belajar Menyusun Renungan - Ibadah Keluarga - Hari Rabu, 25 Juli 2012



MARI BELAJAR MENYUSUN
PEMBERITAAN FIRMAN KEBAKTIAN RUMAHTANGGA
HARI RABU – 25 JULI 2012

MESKIPUN DITANTANG DAN DIANCAM,
JANGANLAH BERHENTI MELAYANI DAN BERSAKSI !

KISAH VIII : 18 – 23

Dituliskan di
MEDAN – SUMATERA UTARA
HARI JUMAT, 20 JULI 2012

Oleh
ARIE A. R. IHALAUW

-----ooo00ooo-----

I
PENDAHULUAN

I.1.  KONTEKS SOSIAL

Manusia membutuhkan Sahabat. Sebuah perjalanan panjang akan terasa menyiksa, jika seorang pengembara berjalan sendirian. Kita sebagai musafir membutuhkan sesama untuk saling menolong serta berbagi cerita da bercengkerama, agar menghilangkan kebosanan. So pasti, tiap orang akan membina hubungan persahabatan seseorang yang dikenal untuk bekerja-bersama mencapai kebutuhan yang dicita-citakan. Untuk tujuan itu orang yang bersahabat saling peduli (care, caring) dan saling berbagi (share, sharing), saling menjaga perasaan nyaman (kemesraan, keintiman), agar persahabatan itu langgeng.

Di samping sandang-pangan, persahabatanpun merupakan kebutuhan manusia. Meskipun kita mengakui, bahwa ada banyak alasan yang melatarbelakangi terciptanya hubungan itu, seperti : cinta-kasih, keyakinan iman, bisnis, dan lain-lain.

Krisis Persahabatan. Dahulu kala orang kurang membahas topik persahabatan, dikarenakan kokohnya ikatan kekeluargaan dalam masyarakat. Namun seiring perubahan dan perkembangan sosial --- apalagi pengaruh globalisasi ---, maka kualitas persahabatanpun semakin meluntur. Nilai-nilai cinta-kasih (love), kepercayaan (trust), kesetiakawanan (solidarity) sedang mengalami pergeseran. Masing-masing orang (keluarga) memperhatikan kepentingan atau kebutuhan sendiri. Masyarakat semakin terkotakkan (menjadi kelas-kelas bertingkat) menurut ukuran ekonomi. Inilah bentuk masyarakat-baru yang --- tanpa disadari dan disengajakan --- sedang terciptakan.

I.2.  TUGAS PANGGILAN GEREJA

Globalisasi dan Tugas Gereja dalam Pembangunan Masyarakat. Globalisasi bisa berdampak positif (baik) maupun negatif (buruk).  Dikatakan positif, jika kualitas warga masyarakat telah dipersiapkan matang, sehingga ia mampu memanfaatkan globalisasi untuk memajukan kehidupan pribadi maupun keluarga. Di pihak lain, jika warga kurang memiliki kemampuan intelektual dan ketahanan mental-spiritual, ia akan terlindas roda globalisasi dan tertinggal di landasan penderitaan.

Gereja, baik sebagai individual maupun kolektif --- dalam perupaan institusi ---, dipanggil dan ditugaskan Penciptanya untuk menjawab seruan manusia dalam penderitaan.  Pertanyaan yang patut ditanggapi : apakah tugas Gereja dalam pembangunan masyarakat masa kini yang sedang berjalan menyongsong masa depan Tuhan ? Bagaimanakah Gereja menjawab seruan manusia yang sedang tenggelam di tengah gelombang globalisasi ? Apakah suruhan Kristus, Yesus Orang Nazaret, untuk mengatasi kemelut yang sedang dialami manusia ? Marilah kita menelaah perikop bacaan ini.

II
PERIKOP BACAAN & PENJELASAN

II.1.  NASKAH PERIKOP BACAAN : Kisah Rasul XVIII : 18 - 23

18. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.
19. Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.
20. Mereka minta kepadanya untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi ia tidak mengabulkannya.
21. Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.
22. Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.
23. Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.

II.2.  PENJELASAN - PENJELASAN

A.    PENJELASAN UMUM : MENCARI KUNCI

Untuk menemukan gagasan --- yang akan diberitakan --- pada perikop bacaan, kita patut berusaha menemukan ayat-kunci, kalimat-kunci dan kata-kunci. Hal itu dapat membantu kita untuk membuka kekusutan pemahaman. Simaklah naskah-asli di bawah ini sesuai terjemahan LAI :

A.1. NASKAH PERIKOP SESUAI TERJEMAHAN LAI

18. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.
19. Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.
20. Mereka minta kepadanya untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi ia tidak mengabulkannya.
21. Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.
22. Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.
23. Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.

Marilah kita melakukan tugas pencarian (kata-kunci dan kalimat-kunci) dalam ayat-ayat di atas. Jika kita telah menemukannya, garis bawahi atau tuliskan dengan memakai huruf miring (italic).

A.2.  PERIKOP BACAAN YANG TELAH MENGALAMI PERUBAHAN

18. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.
19. Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.
20. Mereka minta kepadanya untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi ia tidak mengabulkannya.
21. Ia minta diri dan berkata : "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.
22. Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.
23. Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.

A.3.  TUGAS LAIN YANG HARUS DIKERJAKAN

Agar menemukan gambaran utuh tentang perjalanan pekabaran Injil yang dilakukan oleh Rasul Paulus, maka kita memerlukan informasi lain selain dari perikop ini. Oleh karena itu, kita harus membaca pasal-pasal lain dari Kitab Kisah Para Rasul dan juga Surat-Surat Paulus yang terkait sebagai berikut :

a).   Penulis Kisah Rasul --- menurut tradisi Gereja adalah Lukas, Penulis Injil --- mencatat sejarah perjalanan pekabaran Injil yang dilakukan oleh Paulus atas suruhan Tuhan (Kis. 9:15).

b).  Menurut perikop bacaan ini (Kis. 18:18-13) Paulus “Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus”, kemudian ia ingin melanjutkan perjalanan ke Siria (di Timur Tengah). “Akwila-Priskila” adalah suami-isteri kristen yang ditemui Paulus di Kota Korintus (Kis. 18:1-3a). Dahulu pasangan suami-isteri kristen itu tinggal di Italia (Roma ? -> bd. Rom. 16:3). Mereka berpindah tempat, karena kaisar Roma memerintahkan orang Yahudi tidak boleh tinggal di sana (Kis. 18:2). Paulus tinggal bersama mereka di Korintus. Pekerjaan mereka adalah pembuat tenda, sama seperti pekerjaan Paulus (Kis. 18:3a).

        Dalam Kisah 17 Paulus melakukan perjalanan pekabaran Injil bersama Silas sampai di Tesalonika. Oleh karena orang-orang Yahudi membuat keributan melawan Paulus, kemudian keduanya berangkat menuju Berea. Di sana Paulus meninggalkan Silas dan Timotius (Kis. 17:14-15). Lalu ia menuju Athena (Kis. 17:16-34) -> Korintus (Kis. 18:1-18a) -> Efesus ditemani oleh Akwila - Priskila(Kis. 18:19) -> berangkat ke Kaesarea (kota Pelabuhan di Israel – Kis. 18:22). Dari situ ia berjalan kaki menuju Kota Antiokhia di Siria (Kis. 22).

Catatan Khusus :

Ada sedikit silang pendapat para pakar APB tentang perjalanan pekabaran Injil yang dilakukan Paulus, dikarenakan sedikit perbedaan catatan Lukas (menurut Kisah Para Rasul) dibandingkan dengan catatan dalam surat-surat Paulus. Akan tetapi secara garis besar, perjalanan misi itu dikutip dari catatan yang ditulis oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul.

1.    Dimanakah Paulus menetap sesudah Pertobatannya ?

a. Damsyik (Damaskus – Kis. 9:19-22) -> menuju Yerusalem (Kis. 9:26-29) -> melalui Kaisaria berangkat ke Tarsus di Turki, kota kelahirannya (Kis. 9:30).

b.  Barnabas dari Yerusalem menuju Tarsus untuk mengajak Paulus bekerja bersama. Kemudian mereka kembali ke Antiokhia di Siria  (Kis. 11:25-26).

c.   Rasul-Rasul mengutus Barnabas dan Paulus untuk mengusahakan bantuan bagi orang Kristen yang menderita kelaparan di Yudea (Kis. 11:29-30).

d.  Barnabas dan Paulus kembali dari Yerusalem  ke Antiokhia di Siria menetap di sana (Kis. 11:27).

2.    Perjalanan Misi Paulus Yang Pertama – Kisah Psl. 13 – 14 (sebelum Sidang Sinode di Yerusalem).

        Dimulai dari Yerusalem -> Antiokhia di Siria -> Seluecia  (Kis. 13:4) -> Salamis di Siprus (Kis.13:5)  -> Paphos di Siprus (Kis. 13:6) -> Perga di Pamfilia (Kis. 13:13) -> Anthiokia di Psidia (Kis. 13:14) -> Ikonium (Kis. 13:51; 14:1) -> Listra di Likaonia (Kis. 14:6) -> Derbe (Kis. 14:20).

Kembali ke Antiokhia di Siria (Kis. 14:21). Dari Listra -> Ikonium (Kis. 14:21) -> menjelajahi Psidia dan Pamfilia (Kis. 14:24) -> ke Perga (Kis. 14:25) -> menuju Atalia di tepi pantai (Kis. 14:25) -> dari sana Paulus dan Barnabas berlayar pulang ke Anthiokia di Siria (Kis. 14:26).

Barnabas dan Paulus menghadiri Sidang Sinodel di Yerusalem dan bercerita tentang pekabaran Injil kepada bangsa-bangsa non-israeli (Kis. 15:12).

3.    Perjalanan Misi Paulus Yang Kedua Kisah psl 16 -  (setelah Sidang Sinode di Yerusalem – Kis. 15).

Sidang Sinode Yerusalem (Kis. 15:1-33) menghasilkan keputusan untuk mengutus Barnabas dan Paulus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-israeli (Kis. 15:22-29). Paulus dan Barnabas tinggal di Antiokhia-Siria beberapa lama, kemudian merencanakan perjalanan pekabaran Injil ke dareah yang sudah pernah diinjili (Kis. 15:36). Akan tetapi keduanya berselisih faham mengenai keikutsertaan Yohanes-Markus (Kis. 15:37-39a; bd. Kis. 13:13). Misi terbagi dua : Barnabas berjalan bersama Yohanes Markus ke Siprus (Kis. 15:39b), sedangkan Paulus membawa Silas bersamanya (Kis. 15:40-41).

Mengelilingi Siria dan Kilikia (Kis. 15:41) -> menuju Derbe ke Listra (Kis. 16:1. Di sini Timotius bergabung bersama – Kis. 16:2-3) -> Misia (Kis. 16:7) -> Troas (Kis. 16:8) -> melalui Samotreke menuju Neapolis (Kis. 16:11-40) -> ke Pilipi di daerah Makedonia (Kis. 16:12)  -> Tesalonika (Kis. 17:1-9) -> Berea (Kis. 17:10-14) -> Athena (Kis. 17:15–34) -> Korintus (Kis. 18) ->

Perjalanan kembali ke Antiokia-Siria (Kis. 18:18-23) -> Kenkrea (Kis. 18:18 – Paulus mencukur rambut di sana) -> Efesus (Kis. 18:19; 19:1 – Priskila-Akwila ditinggalkan di Efesus) -> menuju wilayah Galatia dan Frigia (Kis. 18:23).

Penjelasan tentang perjalanan misi selanjutnya akan dibicarakan kemudian, jika kita membahas perikop bacaan yang terkait.

B.    PENJELASAN KHUSUS PERIKOP BACAAN KISAH XVIII : 18 – 23

Setelah mengerjakan Naskah Asli ke dalam bentuk baru untuk mengetahui tujuan penulisan Lukas, maka kita tiba ke dalam beberapa butir pemahaman, antara lain :

B.1. Rangkuman Perikop Bacaan

a).   Kisah perjalanan Paulus yang disajikan Lukas merupakan peristiwa historis dalam sejarah pekabaran Injil dan pertumbuhan Jemaat-Jemaat Abad I. Perjalanan Misi Paulus yang kedua dilakukan sekitar tahun 49/50 – 54 ses.M.[1] 

b).  Tantangan dan Kesempatan. Perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya selalu terjadi, karena gangguan keamanan yang diprovokasi oleh orang-orang Israel beragama Yudais.

Setelah peristiwa di Tesalonika (Kis. 17:1-9), di Berea (Kis. 17:10-14), di Athena (Kis. 17:16-34), di Korintus (Kis. 18:1-17) Paulus berencana untuk pulang kembali ke Antiokia di Siria (Kis. 18:22). Dalam perjalanan pulang Paulus masih menyempatkan diri memberitakan Injil di beberapa wilayah (Galatia dan Fridia) serta kota  Epesus (Kis. 18:23).

        Aplikasi dalam Renungan. Keadaan itu dihayati bagaikan “rencana Allah” agar Berita Injil semakin tersebar. Meskipun misi Kristen / pekerjaan Gereja menghadapi perlawanan dari saudara sebangsanya; akan tetapi kita mesti memahami “rencana Allah,  bahwa Ia memakai keadaan demikian untuk menyadarkan orang percaya, agar terus-menerus meningkatkan pekerjaan pekabaran Injil. Dan, keadaan itu perlu dipahami sebagai tantangan --- sekaligus kesempatan --- untuk terus berkarya bagi Allah.

 c).  Kehadiran dalam Pertemuan Ibadah. Sebagaimana biasanya Paulus selalu menyempatkan diri berkumpul bersama orang Israel beragama Yudais di rumah ibadatnya, synagoge.

Aplikasi dalam Renungan -> simak Rancangan Pemberitaan untuk Hari Minggu, 22 Juli 2012.

d). Memelihara Persekutuan. Paulus meninggalkan Priskila-Akwila di Epesus untuk membantu pelayanan jemaat di sana. Penempatan Akwila-Priskila adalah sesuatu yang wajar. Kemungkinan besar Paulus menyadari, bahwa pelaksanaan ibadah jemaat wajib dilakukan secara sopan dan teratur (bd. I Kor. 14:40), supaya semua orang menikmati damai-sejahtera (bd. I Kor. 14:33). Melalui cara demikian masyarakat yang belum percaya dapat melihat dan menikmati kebaikan Allah.

        Aplikasi dalam Renungan. Tujuan penempatan dan pengadaan (Pendeta – Penatua – Diaken) dalam Jemaat --- bukan hanya dikarenakan kebutuhan organisasi jemaat saja --- adalah merupakan rencana Allah, agar menatalayani dan menatatertibkan pekerjaan pelayanan-kesaksian dan penggembalaan atau pemeliharaan jiwa. Dengan demikian pertumbuhan iman (kualitas) serta jumlah warga (kuantitas) semakin bertambah ke arah yang lebih baik menurut kehendak Allah yang dipesankan oleh Kristus, Yesus Orang Nazaret.

e).   Kehadiran Pelayan Firman di tengah jemaat. Lukas menuliskan, bahwa kehadiran Paulus di sebuah jemaat bertujuan untuk meneguhkan hati warga jemaat (murid – Kis. 18:23). Peneguhan : penguatan iman dan penghiburan yang dilakukan itu, dikarenakan warga jemaat sedang menghadapi masalah. Dalam konteks perikop bacaan, masalah itu adalah sikap antipasti (perlawanan dan penolakan) masyarakat non-kristen karena provokasi orang Israel beragama Yudais.

        Aplikasi dalam Renungan. Tidak jauh berbeda dengan kondisi yang sedang dirasakan orang Kristen di Indonesia. Hanya saja tidak ada provokator keturunan Israel – Yudais di sini. Akan tetapi penolakan dan perlawanan “kelompok agama tertentu” tetap berlangsung terus menerus. Sikap itu muncul bukan karena irihati (bd. Kis. 17:5) melainkan bersumber dari ketakutan politis melihat pertumbuhan jumlah (kuantitas) serta indahnya pelayanan (kualitas) dari pengikut Kristus di Indonesia.

B.2. Inti Pemberitaan bagi Penyusunan Renungan.

a).   Fakta Sejarah Kekristen di Indonesia. Aplikasi yang tertulis dalam butir e di atas merupakan konteks masyarakat Indonesia sekarang dan (mungkin) juga di masa mendatang. Fakta itu dialami Warga Indonesia beragama Kristen secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

b).  Penderitaan sebagai Tantangan dan Kesempatan. Menghadapi keadaan seperti itu Gereja dan pengikut Kristus perlu menentukan sikap :

        Pertama, jalan pendamaian dalam kondisi penderitaan. Membahas tindakan anarkhis terhadap pengrusakan Gedung Ibadah maupun  penghentian ibadah umat bersama unsur pemerintahan di tingkat pusat sampai ke kebupaten. Namun harus berlangsung tertib dan sopan.

        Kedua, tingkatkan kuantitas dan kualitas. meningkatkan jumlah dan mutu aktifitas program pelayanan kemasyarakatan, supaya orang-orang yang belum mengenal Allah dapat menikmati ‘shalom’-Nya.

        Ketiga, sikap Kristen menghadapi penderitaan. Sambil menjalankan strategi itu, Gereja dan pengikut Kristus memohonkan pertolongan Allah. Tak bosan-bosan berdoa kepada Allah sampai Dia mengubah hati dan pikiran mereka. Kristus, Yesus Orang Nazaret, berkata : “

Kamu telah mendengar firman : Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,… Kamu telah mendengar firman : Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu ? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian ? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? (Mat. 5 : 38 – 39, 43 – 47)

        Keempat, penderitaan dan rencana Allah. Mungkinkah Allah menghendaki Gereja dan pengikut Kristus menderita di tengah bangsa ini ? Jikalau kita menilainya dari aspek Hak Azasi Manusia, maka kita kan berkata : “Mana mungkin Allah berlaku tidak adil ke atas kehidupan umatNya !” Dan, oleh karena itu, kita pasti akan menuntut hak-hak sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada salahnya !

        Akan tetapi jikalau kita menyimak dan menghayati penderitan Yesus, Orang Nazaret, di tengah bangsaNya sendiri, maka kita pasti menyadari, bahwa TUHAN, Allah kita, menghendaki kita menderita DEMI PENGENALAN BANGSA INI PADA KRISTUS YESUS serta PENYELAMATAN BANGSA SEUTUHNYA BAGI KEMULIAAN ALLAH, sama seperti yang dilakukan Kristus, Yesus Orang Nazaret.

        Adakah harapan di balik penderitaan ini ? Nabi Yeremia menyampaikan firman TUHAN kepada bangsa Israel yang sedang diasingkan di Babilonia : Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, … Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN(Yer. 31:16-17). TUHAN Allah yang mendengar ratapan dan keluhan umatNya PASTI bekerja untuk membuktikan, bahwa pengharapan iman di dalam Kristus Yesus tidak akan sia-sia. Karena itu Paulus mengingatkan kita : “Saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (I Kor. 15:5).

BEKERJALAH BAGI TUHAN, BAIK ATAU TIDAK BAIK WAKTUNYA ! TUHAN PASTI MENYERTAI DAN MEMBERKATI PEKERJAAN KITA DEMI PENYELAMATAN DAN PEMULIHAN BANGSA INDONESIA. ITULAH JANJINYA !

Selamat menyusun Pemberitaan !

Salam dan Doa
PUTERA SANG FAJAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar