Senin, 20 Mei 2013

Materi PEMAHAMAN ALKITAB -> I Korintus 12 : 25 - 31 - dalam KEBAKTIAN RUMAHTANGGA, Rabu - 22 Mei 2013



GEREJA PROTESTAN DI INDONESIA BAGIAN BARAT
G P I B
Majelis Jemaat GPIB PETRA Ciluar di Bogor
Sekretariat : Jalan K. S. Tubun Km 7 Cibuluh – Bogor


MATERI
PEMAHAMAN ALKITAB
KEBAKTIAN RUMAHTANGGA
Hari Rabu – 22 Mei 2013

POKOK BAHASAN

MEMELIHARA
KESATUAN JEMAAT

I KORINTUS 12 ;  27 - 31

THEMA PEMAHAMAN ALKITAB

Jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota – anggota yang berbeda itu saling memperhati-kan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

 I Korintus 12 : 25 - 27

disusun dan dikeluarkan
oleh

MAJELIS JEMAAT
GPIB PETRA – CILUAR DI BOGOR

-----ooo00ooo-----


MEMELIHARA
KESATUAN JEMAAT
I Korintus 12 : 25 - 31

A.   PENDAHULUAN

Kesatuan dan keutuhan persekutuan Jemaat ditentukan oleh berbagai kondisi, antara lain : kondisi di dalam Jemaat (peran serta warga membangun relasi horisontal, pembinaan warga jemaat, komunikasi antar pemimpin dan warga jemaat, sifat-sifat individu, keragaman status sosial dan kesukuan, dan sebagainya) dan kondisi dari luar (lingkungan masyarakat, perubahan dan perkembangan sosial-budaya, dan sebagainya). Kedua kondisi yang disebutkan dapat menjadi faktor pemersatu, tetapi sebaliknya juga, pemecah belah.

Persekutuan Jemaat–Jemaat GPIB, khususnya : GPIB Jemaat PETRA Ciluar di Bogorpun bisa menghadapi masalah seperti yang disebut di atas, jika tidak ditangani baik; katakanlah, jika hubungan antar individu selalu baik, maka hasilnya akan terasa dalam persekutuan; sebaliknya, jika tidak baik, saling irihati (cemburu), suka menjelek-jelekkan, saling mendendam, maka kesatuan dan keutuhan Jemaat akan menjadi retak serta suasana Ibadah Jemaat kurang mengun-tungkan.

B.   PENGHAYATAN ATAS BACAAN PERIKOP

Rasul Paulus menasihati Warga Jemaat dalam wilayah Korintus, agar mereka selalu saling mengasihi (I Kor. 13). Memang benar, Tuhan Allah memberi beragam karunia rohani (Yun. karismatozoi) kepada tiap-tiap anggota jemaat; akan tetapi semuanya untuk dipakai untuk membangun persekutuan Jemaat (“Hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat” – I Kor. 14 : 12; bd. ay. 26 “semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun”), agar seluruh warga jemaat menikmati damai sejahtera Allah (“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera” – I Kor. 14:33). Oleh karena itu, tiap-tiap anggota Jemaat yang menerima karunia rohani dari Rohkristus, sebaiknya, diberikan kesempatan mengembangkannya dalam pelayanan dan demi usaha membangun kesatuan dan keutuhan GPIB Jemaat PETRA Ciluar di Bogor.

Karunia rohani itu beragam : untuk bernubuat (memberitakan firman Allah), untuk menasihati, untuk melayani, untuk mengajar, untuk membagi-bagikan untuk memimpin, untuk menunjukkan kemurahan (Rom. 12:6-12). Tidak satu karuniapun lebih penting dari yang lain. Semua karunia rohani itu sama, sebab diberikan oleh Roh Allah (I Kor. 12:4-6 “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang”). Kita harus ingat, bahwa tujuan Allah memberi karunia rohani itu untuk kepentingan bersama (I Kor. 12:7 => “Kepada tiap – tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama”).

Dengan demikian, kita sekarang mengetahui dan mengerti, bahwa semua anggota jemaat memiliki karunia rohani yang dianug’rahkan Allah. Karunia-karunia itu perlu difungsikan untuk membangun kehidupan bersama dalam persekutuan GPIB Jemaat PETRA – Ciluar di Bogor. Harta bendapun adalah pemberian Allah. Jika kita menghayatinya, maka kita yang memiliki kelebihan dapat dengan iklas membantu pekerjaan Gereja saat ini dan mendatang.

C.   PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN

1. Jika TUHAN memberikan karunia rohani kepada saudara, bagaimanakah saudara me-manfaatkannya ?

2. Bagaimanakah, seharusnya, Majelis Jemaat GPIB PETRA Ciluar di Bogor memberdaya-kan potensi warga jemaat untuk membangun keutuhan persekutuan ?

3. Kita, persekutuan PIB Jemaat PETRA Ciluar di Bogor, terdiri dari beragam latarbela-kang, bagaimanakah sikap kita memelihara keutuhan Jemaat ini ? 

4. Bagaimanakah. seharusnya, sikap Pendeta - Penatua - Diaken mendukung pembangun-an keesaan tubuh Kristus dalam Jemaat GPIB PETRA Ciluar di Bogor ?

Cliuar – Bogor,
Hari Selasa – 21 Mei 2013

SELAMAT BERDISKUSI

SALAM DAMAI SEJAHTERA &
TUHAN YESUS MEMBERKATI KAMU SEKALIAN

Pdt. Arie A. R. Ihalauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar