Jumat, 10 Mei 2013

Rancangan Pemberitaan Firman dalam Ibadah Keluarga - Rabu, 15 Mei 2013 I TESALONIKA 5 : 1 - 5


A PROTESTA DI INDONESIA BAGIAN BARAT
G P I B
Majelis Jemaat PETRA Ciluar di Bogor
Jalan Raya K S. Tubun – Km. 7 Cibuluh – Bogor


WASPADALAH

I TESALONIKA 5 : 1 – 6

Cibuluh – Bogor
Hari Jumat, 10 Mei 2013

disusun oleh
ARIE A. R. IHALAUW
-----ooo00ooo-----

PENDAHULUAN

1.  So pasti, Paulus adalah penulis surat I Tesalonika. Tidak diragukan lagi.

2. Paulus menuliskan surat I Tesalonika ini dikarenakan di sana sedang muncul masalah, warga jemaat salah menafsirkan pengajaran Paulus tentang hari TUHAN (Yun. parousia).

3. Kesalahpahaman itu berbuntut menjadi masalah etis. Bebe-rapa orang di kalangan Jemaat Tesalonika yang berpandang-an demikian kurang giat melakukan pekerjaan sehari-hari. Akhirnya jemaat mengalami ancaman ekonom (simak psl. 4:11-12 => Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka).

PERIKOP BACAAN DAN PENJELASANNYA

Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Apabila mereka mengatakan : Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.
Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

PENJELASAN

Hari TUHAN bukanlah sebuah pokok teologi baru dalam tulisan-tulisan APB. Gagasan ini sudah ada dalam Teologi APL, khususnya pada pemberitaan para nabi.

a)   PERKEMBANGAN TEOLOGI HARI TUHAN DALAM APL

·  Orang Israel sangat percaya akan Hari TUHAN, di mana Allah akan datang dan menghukum orang fasik (bangsa-bangsa non-Israel), karena mereka melakukan kejahatan serta menyengsarakan umatNya.

·  Akan tetapi beberapa nabi Abad VII, seperti : Nabi Amos, mengecam pandangan Israel Utara terkait Hari TUHAN. Menurut Amos, Israel adalah umat yang jahat di mata TUHAN. Oleh karena itu, Allah akan menghukum orang fasik yang tinggal di tengah persekutuan umat. Amos menybuatkan kehendak Allaj : Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN ! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu ? Hari itu kegelapan, bukan terang ! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya ?(5 : 18 – 20). Nubuat Amos ini juga ditemukan dalam ucapan para nabi lainnya, seperti : Yesaya, Hosea, Yoel dan lain-lain.

·   Menurut para nabi, orang fasik atau orang munafik itu bukan saja pribadi yang tidak mengakui TUHAN sebagai Allahnya. Mereka dapat ditemukan dalam perhimpunan jemaat. Mereka sangat tekun dan rajin melaksanakan ibadah ritual; tetapi seiring dengan itu perbuatan mereka tidak memperlihatkan kehendak Allah. Oleh karena itu, TUHAN akan menghukum mereka, bila Ia datang pada waktuNya.

·      Pada akhir perjalanan APL, penafsir dan penulis meng-hubungkan gagasan Hari TUHAN dengan kedatangan Raja TUHAN (Ibr. Mossiach) yang dijanjikan Allah.

b)   PERKEMBANGAN TEOLOGI HARI TUHAN DALAM APB

·      Reinterpretasi dan Transformasi Gagasan APL oleh para penulis APB.

Para penulis APB, yang juga adalah Teolog Gereja Abad I Masehi, menhrmbangkan gagasan tersebut, kemudian mengenakannya pada Yesus Kristus, selaku Mesiah yang dijanjikan Allah. Menurut mereka, karya ibadah hidup Yesus, orag Nazareth, memperlihatkan kesamaan penuh dab utuh seperti yang dinubuatkan para nabi dan penulis APL.

·      Pandangan Yesus tentang DiriNya dan Hari TUHAN.

1.   Adalah sebuah kemustahilan, jika para penulis APB menulis mengenai ke-Mesiah-an Yesus, jika Ia tidak bersaksi tentang DiriNya sendiri.  Justru yang mula mula menjadi sorotan umat Kristen Abad I adalah narasi di sekitar ucapan ucapan Yesus. Justru ucapan-ucapan yang dilontarkan Yesus semasa pelayananNya yang dipakai sebagai dasar penulisan Injil – Injil.

2.  Salah satu ucapan yang sampai hari ini dipersoalkan adalah janjiNya, bahwa Dia akan datang kembali pada akhir zaman. Tradisi kristen inilah yang masih disoalkan sehubungan pentafsiran tentang parousia, hari di mana Tuhan Yesus menyatakan Diri selaku Mesiah.

3. Namun spekulasi tentag Hari Tuhan (masa parousia) itu diakhiri Yesus dengan mengatakan, bahwa seorangpun tidak, malahan Dia sendiripun tidak mengetahui waktu itu, sebab Allah Bapa sendiri yang memutuskannya (bd. Kis. 1:7).

Narasi ucapan seperti inilah yang diformulasikan Paulus dalam frasa : “hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam” (ay.2; bd, ay. 4 => hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri). Tuhan akan datang dengan sangat tiba-tiba, dan seorangpun tidak mengetahui waktuNya. Sama seperti pencuri nerangsek masuk ketika penghuni rumah sedang tertidur lelap, demikian juga hari kedatangan Tuhan akan terjadi sangat tiba-tiba. Tak seorang manusia dapat meramalkannya.

Pertanyaannya : Bagaimanakah pendapat anda, ketika mendengar beberapa pendeta / pengkhotbah adventis dan pentakostalis meramalkan hari kedatangan Tuhan Yesus (parousia) ?

·      Sijap Kristen menantikan kedatangan Kristus Yesus

1.    Menghadapi sikap penantian --- yang keliru --- akan kedatangan Kristus, maka Paulus menasihati orang Kristen di Tesalonika, agar melakuka pekerjaan sehari-hari secara wajar. Katanya : “baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (ay. 6). Ungkapan Jawanya : eling lan waspodo. Orang Kristen tidak perlu mengurusi pekerjaan yang bukan urusannya sendiri. Hari kedatangan Tuhan itu menjadi urusan Allah.

2. Masalah yang dikuatirkan orang Kristen di Tesalonika adalah : banyak di antara saudara seiman telah meninggal dunia, mereka tidak dapat menyaksikan kedatangan Tuhannya, seperti yang dikatakan : “kamu akan melihat Aku datang kembali di atas awan-awan.” Dan, bagaimanakah keadaan mereka ? Apakah mereka juga akan masuk ke dalam Kerajaan Allah ?

Rasul Paulus meyakinkan jemaat Tesalonika : Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (I Tes. 4 : 13 – 17).

3.    Apakah yang perlu diurusi orang Kristen, sambil menanti-kan kedatangan Yesus ?

·      usahakanlah senantiasa yang baik (ay. 15)
·      hidup dengan tidak tertib,
·      hiburlah mereka yang tawar hati,
·      belalah mereka yang lemah,
·      sabarlah terhadap semua orang (ay. 14).
·  Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu (4:11).
·  kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. (4:12)

SELAMAT MENYUSUN PEMBERITAAN SABDA

Cibuluh – Bogor
Jari Jumat, 10 Mei 2013

ARIE A. R. IHALAUW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar