Jumat, 02 Desember 2011

Tahukah anda : APAKAH MAKNA HIDUP ITU ?


ARTI HIDUP

DITULIS OLEH
PENDETA ARIE A. R. IHALAUW

Suatu hari seorang warga jemaat bertanya kepada Gembala Sidangnya : “Bagaimanakah saya dapat mengerti makna HIDUP itu ?”…., “Adakah yang membuat bapak kurang memahaminya ?” Gembala Sidang balas bertanya. “Iya, Pak ! Kadang kawan-kawan mengatakan : HIDUP kami amat sulit. Beras untuk dimasak saja, kami tak punya. Saya bingung, Pak !”, warga jemaat itu menjelaskan. Ibu Gembala mengantar hidangan kecil. Kebetulan saat minum teh sore, katanya : “Silahkan dicicipi seadanya, Pak !” …., “Terima kasih, Bu !”, jawab warga jemaat itu.

Pak Gembala melanjutkan penjelasannya : “Bagaikan AIR mengalir dari sumbernya di pegunungan. AIR itu akan menuju aliran sungai, lalu mengalir ke segara atau teluk. Sepanjang perjalanannya AIR itu akan meliuk-liuk di antara bebatuan. Kadang sungai terhenti pada dinding batu, tetapi AIR tidak berhenti mengalir. Ia akan merembes melalui dinding batu membentuk sungai bawah tanah, kemudian muncul lagi ketika menemukan dataran sampailah AIR itu ke segara atau teluk. Begitulah makna HIDUP. HIDUP bersumber dalam diri ALLAH. HIDUP adalah KEKUATAN (energy) ILAHI. Ia tidak tersentuh oleh KEMATIAN. HIDUP tak pernah dapat dikalahkan oleh kematian. HIDUP tidak dapat disentuh kematian, bahkan kuburanpun tak dapat mememnjarakan HIDUP, sama seperti dinding batu tak dapat menghentikan aliran AIR dari pegunungan. AIR terus mengalir sampai ke tujuan akhirnya : BERSATU DI SEGARA atau TELUK. Mengerti, Pak ?” tanya si Gembala Sidang. Kening warga jemaat itu mengerut, tanda belum paham. Si Gembala melanjutkan :

HIDUP itu dianugerahkan Allah kepada ciptaan, termasuk manusia. HIDUP itu bukan napas. Bukan pula denyut jantung. Sebab jika kita katakan HIDUP itu sama dengan napas dan denyut jantung, kita akan kecewa. Suatu saat jantung dan paru berhenti, maka HIDUP akan mati, bukan ? Napas dan darah adalah tanda-tanda HIDUP, tetapi bukan HIDUP itu sendiri. HIDUP itu adalah ALLAH. HIDUP itu KEKUATAN Allah yang tampak dalam pikiran dan karya-Nya. Apalah arti manusia bernafas, tetapi ia tidak bisa ber-PIKIR dan me-RASA ? KEKUATAN ILAHI itu mendorong manusia BERPIKIR dan MERASA tentang SESUATU YANG TIDAK DILIHAT namun ADA, tentang SESUATU YANG BERGERAK tetapi tak terlihat, tentang SESUATU YANG INDAH tetapi hanya bisa dirasakan, tentang SESUATU GAGASAN yang hanya bisa dipikirkan dan direnungkang. Dan SESUATU itu adalah ALLAH YANG HIDUP.  Siapapun yang BERPIKIR dan MERENUNG keber-ADA-annya dalam hubungan dengan Allah, ia pasti akan menikmati HIDUP, meskipun dalam berbagai keadaan yang sulit. Jadi, jika bapak kurang memikirkan Allah, maka HIDUP bapak akan bermasalah. Tetapi ketika bapak sedang menghadapi masalah, lalu memikirkan ALLAH YANG HIDUP, maka KEKUATAN ILAHI itu akan selalu menguatkan dan menggairahkan bapak untuk mengatasi masalah. Dan KEKUATAN itu adalah CINTA-KASIH ALLAH. Siapa memiliki CINTA-KASIH ALLAH, dia pasti memiliki kedahsyatan kekuatan-Nya, sehingga mampu mengalahkan dunia dan masalah kehidupannya. Orang yang tidak memiliki kehebatan kekuatan CINTA-KASIH ALLAH, ia akan kalah dan mati tanpa harapan. Bapak bisa mengerti penjelasan itu ?” tanya Gembala. “Mengerti, Pak !” jawabnya singkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar